Mau Ngintip Liburan Gue, Gak?
Hai! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H yaa kalian!
Oke, gue tau. Emang telat.
Sekarang ini masih libur. Memang surga dunia. Cuma mau ngasih tau selama liburan kerjaan gue main game, baca novel, sama nonton film cemen. Sama nulis novel juga, deng. Produktif banget gak? Biasa aja, sih. Orang novelnya juga masih ada di halaman 26 (ini proyek baru tapi, dikerjainnya akhir-akhir ini dan belum kena writer's block. Do'ain aja ya).
Jadi, inilah game yang gua mainkan selama liburan...
1. Rune Factory 1, 2, 3
Ini memang game tergantankkkk. Yaa semacam Harvest Moon gitu tapi ada monster-monsternya. Seru. Karakternya juga lebih lucu-lucu dibanding Harvest Moon. Gua cuma berhasil tamatin RF 3 sama RF 2 yang first generationnya. RF 1 males ah, lemot banget mana gambarnya jelek lagi.
Oya, gue maininnya di PC. Pake emulator Desmume yang bisa kalian cari link downloadnya di internet, terus ROM-nya download di emuparadise.org. Saran aja sih, mainnya yang Rune Factory 3 aja.
2. Harvest Moon: Hero of Leaf Valley
Nggak tamat-tamat nih gue main ini. Suka mendadak males lanjutin. Tapi dibanding HM: Tale of Two Towns sama HM: Grand Bazaar atau pun HM DS gua lebih suka Hero of Leaf Valley ini soalnya emulator PSP yang gue pake di Android nggak lemot. ToTT, GB, sama DS kalo dimainin di laptop pake de$mume lemot jalannya capek nunggu gue.
Kalo kalian mau main di Android kalian, coba aja download emulator PPSSPP di Google Play Store, terus download ROM-nya di emuparadise.org.
"Pi, ih, download game baru!" kata adek gua di suatu sore yang tenang. Yaudah, gua download game Pokemon. Jaman SD, selain Harvest Moon: Friends of Mineral Town, gua juga suka main ini di PC. Seru, tapi sebel juga kalo lagi jalan di rerumputan/gua/air pasti ada aja Pokemon/Trainer songong yang ngajak battle.
Pokemon ini gue maininnya di Android. Buat yang mau main, download emulator My Boy! yang free di Google Play Store, terus seperti biasa download ROM-nya download di emuparadise.org.
Seperti yang gue bilang, selain game gue juga baca novel. Daaan inilah beberapa novel yang gue baca selama liburan... <mengandung spoiler>
1. Graceling (Kristin Cashore)
(gambar cover Indonesia-nya cari aja di Google)
Berhubung ada Gramedia Fair tanggal 9(atau 7, ya?)-28 Juni lalu, gue ngeborong beberapa novel. Salah satunya Graceling, dengan harga Rp20.000. Graceling ini semacam cerita bergenre Game of Thrones gitu, apa namanya, high fantasy ya? Tokoh utamanya, Katsa, menurut para book reviewer sih mirip Katniss. Menurut gue? NGGAK. Katniss jelas lebih ++++++++. Gue nggak suka Katsa. Nggak tahu kenapa. Menurut gue dia... err, naif? Semacam itu pokoknya. Gue juga nggak melihat di mana istimewa atau kuatnya dia, walau, ya, dia bisa ngalahin singa gunung, dia bisa membunuh orang-orang dengan mudah, etc etc etc. Yang paling gue suka di novel ini pas akhirannya. Katsa memutuskan tinggal dalam gua bawah air bersama Pangeran Po yang sudah buta. Sweet. Dan karakter yang gue suka? Raffin! HAHAHA, bahkan dia bukan karakter yang paling penting di novel ini. Tapi agak gimana gitu setelah terungkap dia ternyata gay di buku selanjutnya.
2. The Child Thief (Brom)
Setelah lama penasaran sama buku ini, akhirnya di Gramedia Fair gue mendapatkannya dengan harga cuma Rp40.000 dari yang harusnya Rp109.000. Sumpah bukunya k e r e n p a r a h. Oke, gue nggak nyaranin lu buat baca karena banyak halaman yang harus gue lewati karena jijik dan nggak tahan. Buku ini apa, ya... Buku yang frontal. Tapi buku ini adalah buku yang menyajikan kisah Peter Pan dengan berbeda. Di sini, nama Peter adalah Peterbird. Dia bukan cogan yang ngajak Wendy terbang ke luar jendela. Dia makhluk setengah fairy yang jiwanya sudah... rusak. Dia punya banyak kebencian di dalam dirinya, tapi itu karena he was abused in his early life. Dia rela menculik anak-anak demi sosok Sang Lady yang dia cintai. Tokoh utama novel ini, selain Peter, ada Nick. Remaja New York yang kabur dari rumah dan dikejar-kejar bandar narkoba. Nick, yang pada akhirnya menyesali keputusannya dan mati-matian ingin kembali ke rumah untuk menjaga ibunya. Mati-matian, sampe beneran mati. Novel yang sangat bittersweet. Sumpah.
3. Interworld (Neil Gaiman & Michael Reaves)
Rp10.000 cukup buat beli buku ini di Gramedia Fair kemaren hahaha. Buku ini seru walaupun bikin gue muter otak juga. Jadi, di buku ini, diceritakan Joey Harker yang selalu nyasar, suatu hari ni anak kampret nyasarnya kejauhan sampe-sampe tiba di dimensi lain. Konsepnya, setiap kita menentukan "pilihan besar", selalu ada kemungkinan-kemungkinan yang muncul. Kalo kita milih A, akan ada dimensi yang terbentuk dengan kita yang milih pilihan A. Kalo kita milih B, ada dimensi lainnya juga. Dan dari situ muncul juga dimensi-dimensi lain. Ya lu bayangin aja seberapa banyak dimensi yang akan ada, juga seberapa banyak kembaran-kembaran lu yang lain. Sayangnya, buku ini tipis parah (bagi gue). Buku lanjutannya juga udah nggak ada di peredaran, dan kalo mau harus beli online. Pffft.
4. Hex Hall trilogy (Rachel Hawkins)
Kehabisan stok bacaan, gue minjem buku ke Sinus. Hex Hall, Demon Glass, Spell Bound. Tiga-tiganya langsung. Ringan dan seru, mana cover baru terbitan Fantasious keren banget. Ceritanya semacam Harry Potter x Twilight gitu ya. Gue suka Sophie Mercer, tokoh utamanya, tapi gue nggak suka KENAPA DIA MALAH MILIH ARCHER DIBANDING CAL!!!!!!!!!! Badboy over gentleman, how annoying?! Yah, yang namanya hati mah gak bisa dipaksain kan ya. Gue berharap hantu Cal dan hantu Elodie akhirnya jadian.
Ini lanjutan The School for Good and Evil. Gue sukaan buku pertamanya, berhubung di sana Agatha swag parah dan di buku kedua ini Agatha cenderung labil dan terlalu kecewek-cewekan. Gue justru lebih suka Sophie di sini. Walau sikap Agatha tetap bisa ditolerir, karena perubahan diri memang sulit ditolak. Pasti lu juga suka mikir, where is the old me? Lu nggak mau berubah kayak yang sekarang ini, tapi lu tetap nggak bisa kembali seperti lu yang dulu. Sementara itu, gue kasian juga sama Sophie, yang semacam dipaksa semua pihak untuk jadi Jahat.
Yang terakhir, film. Niatnya mau movie marathon gitu dehh sama Fellas, tapi akhirnya gue malah nonton film sendiri di rumah. Kalo mau tau lebih banyak soal filmnya, liat di IMDb aja ya. Males nulis bhak. Selain film-film ini, banyak juga film yang gua tonton di TV...
1. Pitch Perfect (2012)
3. Vampire Academy (2014)
4. When Marnie was There (2014)
5. Barbie in a Princess Power (2015)
6. Strange Magic (2015)





Comments
Post a Comment