Tidak Apa-apa
“Tidak apa-apa.” Itu kalimat pertama yang kuucapkan padamu.
Kau bersimbah darah saat itu, pecahan kaca berserakan di sekitarmu. Kau menolak untuk menatapku. Kau tidak bereaksi saat aku mendekat. Aku tidak mengenalmu saat itu—belum. Tapi aku berlutut di sampingmu, memeriksa keadaanmu. Memberitahu bahwa kau tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja. Untuk pertama kalinya, matamu menatap mataku. Matamu yang kosong dengan jejak air yang berasal dari sana.
Kamu rusak, aku tahu. Kita sama-sama tahu.
Aku selalu berusaha berada di sampingmu setelahnya. Dan kau membiarkanku. Ketika itu, kukira akhirnya tembok yang kau bangun mulai runtuh. Kukira aku dapat membantumu. Lalu aku jatuh cinta. Padamu, pada segala ketidaksempurnaan dalam dirimu. Dan kukira kau membalasnya. Kukira dengan kita selalu bersama, kau membalasnya.
Ternyata, selalu ada sisi dirimu yang tidak dapat kusentuh. Racun yang mengalir dalam pembuluh darahmu. Kau menyadarinya; sayang, aku tidak. Aku menemukanmu lagi, sedang mencoba memutuskan talimu dengan kehidupan. Kali ini kau mengibaskan tanganku yang berusaha menyentuhmu. Katamu, semua ini karena aku. Katamu, dengan aku berada di sampingmu, kau semakin terlihat seperti monster. Dan kau menyuruhku pergi. Suaramu setajam bilah es.
Aku berdiri di hadapanmu dengan hati hancur. Semesta hening kala itu. Seperti dulu, kau menolak menatapku. Tapi akhirnya kau bertanya apa aku baik-baik saja. Dan aku sadar, jawaban yang jujur malah akan membuatmu semakin menyakiti diri sendiri. Jadi, aku menggigit bibir dan menelan apa yang kurasakan. Memberitahumu bahwa aku tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja. Kau masih tidak mau menatapku. Darah mengaliri pergelangan tanganmu. Tidak ada yang dapat kuperbuat.
Aku pergi tanpa kata apa pun lagi. Aku khawatir tangisku pecah.
Tak pernah kusangka, “Tidak apa-apa,” juga menjadi kalimat terakhir yang kuucapkan padamu.[]
(art credit to whoeverownsit)
note: terinspirasi lagu ZICO ft. LUNA f(x) — 사랑이었다 dan karakter Seo Hajoon dalam drama Cheer Up!.


Uuuu
ReplyDelete