Pudar

"Aku. Tidak. Bisa."
Air mata jatuh ke keyboard laptopnya. Menelisik masuk ke dalam sela-sela tuts, entah akan membuat benda elektronik tersebut rusak atau tidak. Dia tidak terlalu memikirkannya.
"Aku tidak bisa, aku tidak bisa, aku tidak bisa."
Didorongnya laptop, menjauh. Tangannya bergerak mengacak rambut. Apa yang salah? Mengapa, setelah sekian lama, kini dia tidak bisa lagi menuliskan kisah?
Pikirannya beku dan jemarinya kaku.

;aviamaulidina.

Comments

Popular Posts