Aku



Di jalan takdir yang lain,
pada suatu dunia analog
Aku tengah tersenyum menatap pantulan cermin
bangga
Aku di sana baru saja menjadi aku yang lain
Aku yang bukan pecundang
Aku yang berhasil meraih mimpi
Aku yang tak lagi penuh keraguan
Aku yang tidak mengutuk waktu
Diabukan, aku tersenyum
Tersenyum
Tersenyum
Tersenyum
Tersenyum
Tersenyum
Hingga senyum itu akhirnya musnah
Begitu pula diriku, berubah menjadi ratusan kepingan kecil
Terbawa anginlesap sepenuhnya
Karena aku yang lain memang tidak pernah ada
Begitu pula dunia yang ditempatiku

Pada akhirnya hanya ada satu aku
Aku yang gagal, aku yang penuh goresan


aviamaulidina,
30 juli 2017

Comments

Popular Posts