A Guide to PPKU: SMA Kelas 13

Merhaba!
Itu artinya 'halo' dalam bahasa Turki. Kenapa pakai bahasa Turki? Iseng aja, sekalian mengedukasi kalian yang sedang baca tulisan ini sekarang. Kalian apa kabar? Udah lama, ya, gua gak nulis tentang keseharian gua di blog. Gua juga belum ngasih tau jadinya gua kuliah di mana. Well, surprise! Gua masuk Ilmu Keluarga dan Konsumen di IPB.
LOH KOK BISA?!
Bisa donggg! Ya mungkin kalau gua jadi arsitek sesuai keinginan gua nanti bangunannya malah doyong semua.



Tahun pertama di IPB berarti gua menyandang predikat maba yang masih harus menjalani masa PPKU alias Program Pendidikan Kompetensi Umum selama satu tahun. Dulu PPKU tuh namanya TPB (Tingkat Persiapan Bersama). Nah, di PPKU ini kita belum masuk fakultas dan departemen—istilah "jurusan" di IPB—yang kita pilih, masih ngegabung gitu sama yang lainnya. Departemen-departemen yang membutuhkan pengetahuan dasar yang sama digabung jadi satu cluster. Misalnya nih, gua IKK. IKK itu masuknya cluster S bareng sama SKPM (Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) soalnya base kita tuh sama. Sama-sama nggak perlu ribet praktikum di laboratorium HAHAHAHA #TimNggakKenalLaprak.
Banyak yang bilang PPKU itu SMA kelas 13. Nggak salah. Di sini kita belajar lagi pelajaran-pelajaran di SMA, sebut aja Kimia, Matematika, Fisika, dan lainnya. Cuma, karena hampir semua anak IPB berasal dari jurusan IPA pas SMA, di sini kita baru ketemu tuh sama yang namanya Sosiologi Umum dan Ekonomi Umum (untuk Ekonomi Umum gua sih udah belajar pas SMA di lintas minat hehehe thanks to Bu Andry, Bu Ade, dan Pak Rahkur). Sebagian orang bilang PPKU masa yang paling mudah dibandingkan tingkat kedua dan seterusnya, sebagian lagi ada yang bilang PPKU itu justru masa paling sulit. Kalau menurut gua? Ya mana gua tau orang gua maba.
Yang jelas, PPKU itu menyenangkan sih. Bagi gua, euforia tahun pertama tuh selalu menyenangkan, baik pas SMP, SMA, maupun kuliah. Tapi, PPKU bisa jadi nggak menyenangkan kalau kalian memang nggak mau menerima sisi menyenangkannya—seperti yang pernah gua bilang di post yang mana gitu lupa: Yang membatasi kamu dari kebahagiaan adalah dirimu sendiri.
Terus, gimana caranya biar jadi maba bahagia di IPB, terutama kalau kalian gak niat berada di situ dan rasanya pengen SBMPTN ulang secepatnya? Simak terus aja ya di bawah ini. I'VE GONE THROUGH THAT PHASE, SO TRUST ME.




Make a strong boundary with your roommates!




Entering this new world a.k.a uni life, the first thing you need to do is finding some new friends who will get your back for the rest of the days. Yang paling khas dari PPKU IPB adalah kita harus menjadi insan asrama, ditempatkan dalam satu kamar berisi orang-orang yang berasal entah dari mana. Awalnya ini emang menjadi hal yang menakutkan bagi gua, I don't know how to act around strangers and I. CAN'T. STAND. THE. AMOUNT. OF. AWKWARDNESS! Tapi, nyatanya, berada dalam dua puluh empat jam bersama teman-teman sekamar justru menguntungkan. Kenapa? Soalnya, mengenal mereka jadi lebih mudah. Kecanggungan yang paling gua gak suka itu justru jadi cepat luntur. Dalam beberapa hari aja gua udah akrab dengan Sonya dari Padang, Tifah dari Jakarta, dan Gita dari Malang. Senasib sepenanggungan menjalani MPKMB dan hari-hari sebagai maba, kita suka bertukar keluh kesah (yang kebanyakan adalah protes kenapa IPB ada di Dramaga dan kenapa Dramaga ada di ujung dunia). Pokoknya, hidup kalian di IPB pasti lebih mudah deh kalau ada teman-teman sekamar ini.


Coba-coba open recruitment UKM!


UKM itu singkatan dari Unit Kegiatan Mahasiswa. Kalau bahasa sekolahnya mah itu teh ekstrakurikuler. Di IPB ini ada banyak UKM yang terbuka untuk maba-maba, informasinya bisa didapatkan sewaktu open house. Ada UKM yang melakukan perekrutan setelah MPKMB, ada juga yang baru merekrut beberapa bulan kemudian. Dulu waktu SMA gua sempat ikut ekskul badminton (keluar dengan terhormat walau banyak ngutang uang kas), teater (vakum sejak kelas 11), jurnalistik (baru ikut kelas 11 dan aktif dong yang ini mah) sama klub bahasa Inggris (baru ikut setelah Vida jadi ketuanya wkwk, gara-gara ini jadi pernah ngisi acara siaran di RRI). Melihat sejarah tersebut, bagaimana dengan UKM gua di dunia perkuliahan?
Jadi... di awal, gua ikut UKM panahan. HEHE ternyata aku tidak kuat gengs cuma berhasil tiga kali latihan sebelum semangat gua lenyap sepenuhnya. Sebenernya gua gak apa-apa sama latihan fisik (kelimpungan sih cuma ya bisa diatasi lah), cuma masalahnya latihannya tuh Sabtu jam 6 dan gua maunya pulang ke rumah dari Jum'at sore HEHEHEHEH. Megang busur benerannya aja belum pernah, malah keluar duluan. Menyedihkan.
UKM lainnya yang pernah gua ikuti open recruitment-nya adalah Koran Kampus. Seru sih cuma karena kelas reporter jadwalnya hari Minggu dan gua baru balik ke asrama hari Senin pagi, jadi gua tidak melanjutkan rangkaian perekrutannya ehhehe.
Gua juga ikut open recruitment Century, sengaja dijelasin terakhir soalnya paling panjang ceritanya. Century tuh UKM bisnis gitulah. Open recruitment-nya seru banget sih, jadi namanya IESA 2017 (lupa ih singkatannya apa maap-maap ni), dan terbagi jadi beberapa tahap. Awalnya, kita harus bikin kelompok gitu. Nah, tugas kelompok yang pertama adalah harus jualan dan dapat keuntungan Rp300.000,00 gitu dalam waktu 3 minggu. WAH GILA SIH INI HECTIC PARAH. Gua dan teman-teman dari kelompok Kajoe (baca: Kayu) susah payah (GAK SIH SEBENERNYA YANG SUSAH PAYAH CUMA GUA, NINIS, DAN SINUS. BUGI SAMA AHMAT MAH NGGAK) menjual segala macam produk dari mulai nasi HUT, klausa, makaroni, katsu, dan lain-lain. Kesibukan berjualan ini bahkan menyebabkan dompet gua sempat nyangkut di atap lobby asrama gara-gara gua harus bayar modal dan mager naik tangga jadi minta Tifah ngelemparin dompet dari lantai 5, ya Allah, ngingetnya aja bikin pusing.
Singkat cerita, Kajoe lolos tuh ya tahap pertama. Tahap kedua, bikin BMC (Business Model Canvas), semacam business plan tapi lebih simpel. Terus, yang ketiga, kita harus merealisasikannya dalam bazaar. Jadi tuh ya produk kita kan namanya Mogul (molen guling). Kita tau produk kita b aja gitu dibandingkan yang lainnya, jadi kita menonjolkan marketing yang mengorbankan harga diri sang CEO kelompok. Iya, kita bikin konsep photobooth gitu, terus Bugi disuruh pake piyama sewaktu jualan keliling, dengan ditambah teriakan yang lainnya, "AYO MOLENNYA, ENAK LOH, GRATIS FOTO SAMA KAKAK GANTENG." Ya bodo amat si Bugi kita sebut-sebut sebagai selebgram. Cringey tapi berhasil HAHAHAH buktinya banyak tuh ABG yang mau beli dan foto sambil cekikikan. Yang cuma foto tanpa beli juga ada HHHHH.


Setelahnya, ada tahap terakhir yaitu wawancara. Kalau wawancara ini sifatnya individual. Alhamdulillah gua lolos di divisi IT bareng Sinus. Hore. Kerjaan kita sekarang adalah mendesain ini-itu keperluannya Century.
Pokoknya, wajib banget deh ikut oprec-oprec UKM. Terserah mau UKM apa, sesuain aja sama minat. Terserah juga mau dilanjutin apa nggak HEHEHE yang penting ada pengalaman. Seru, nambah temen juga kan.


Ikut lomba!

Gua pernah bilang di blog ini kan ya, kalau gua jadi senang ikut lomba. Kenapa? Soalnya dapet duit hehehe. Di IPB, kalian nggak perlu susah-susah cari lomba lewat internet karena ada banyak lomba yang bisa diikuti dari kampus sendiri. Terus, kenapa kalian harus ikut lomba? Biar dapet duit. Oke, enggak. Ya, biar ngisi-ngisi CV aja sih. Lumayan juga kan, kalian jadi punya hal yang bisa dikerjakan aside from academics, apalagi kalau lomba tuh nggak ada paksaan dan kalian bisa mengikuti lomba berdasarkan passion.
Selama di PPKU ini, gua pernah ikut beberapa lomba. Pertama, lomba cerpen di ESPENT 2018. ESPENT itu acara seni dan olahraga yang diadakan oleh fakultas gua, Fakultas Ekologi dan Manusia. Cerpen yang gua submit judulnya Nyanyian Sebilah Bambu, dengan latar kehidupan suku Badui. Nanti gua post di sini deh kalau inget. Alhamdulillah, I won first place!


Terus, gua juga iseng-iseng ikut lomba kaligrafi di TEMATIK 2018, acara yang diadakan IKMP (Ikatan Keluarga Muslim PPKU). Gak menang sih, tapi seenggaknya lomba ini memberi nostalgic feeling bagi gua—bawa-bawa meja gambar, ngewarnai pake krayon Carand'ache... duh, jaman SD banget.



Oh iya! Yang paling seru sih ikut lomba teater di IPB Art Contest 2018. Jadi, sewaktu gua lagi scrolling through obrolan di grup kelas, gua ngeliat announcement tentang pendaftaran lomba teater untuk ngewakilin PPKU di acara seni terbesar IPB (eh iya kan yah?). Yaudah, gua langsung ikutan tuh. Gua ajak Sinus dan teman-teman sekamar gua juga. Dari lomba ini, gua dan teman-teman sekamar yang antisosial dan apatis bertemu dengan orang-orang yang aktif di BEM PPKU, BEM KM, dan organisasi-organisasi lainnya. And they're super cool! Anak-anaknya lucu banget ya ampun padahal gua kan susah akrab sama orang ya, tapi sama mereka tuh enggak idk why?? Kita latihan dilatih sama Teh Ndaru, mulai abis Maghrib (NYATANYA PADA KUMPUL JAM 8) dan beres setelah jam malam asrama. Jam malam tuh jam 9 kan, nah selepas jam 9 kalau mau masuk KTM kita bakal ditahan dan nama kita bakal dicatat SR alias Senior Residence, kakak asuh asrama gitu. Dan tebak kita selesai latihan jam berapa? JAM 10 LEWAT WKWKWK BAHKAN SAMPE JAM 12 LEWAT. Terus masuk asramanya gimana? Ya... gitu... kalau gua kasih tau di sini bahaya.
Dari lomba teater ini, pengetahuan gua tentang teater juga jadi meluas, nggak cuma terpaku dari pengalaman pas SMA aja. Kalau soal hasil sih kita mengecewakan juri hehehe. Untung masih PPKU, jadi bisa ngeles, "Kita kan maba." Honestly, gua sih gak peduli hasilnya gimana soalnya prosesnya itu loh, asik banget latihan sama mereka!


Sekarang ini, gua lagi ikut lomba LEGEND yang diadakan oleh BEM PPKU. Sistemnya mirip-mirip IESA 2017 yang Century tadi heheh doain lancar ya.


Ikut kepanitiaan!


Kalau dulu waktu sekolah, kebanyakan acara tuh di-handle sama OSIS kan. Kalau kuliah, acara-acara tuh panitianya direkrut dari mahasiswa-mahasiswa biasa yang kemudian disaring dulu. Kepanitiaan tuh penting, selain nambah pengalaman, banyak skill yang bisa kita dapat selama menjadi panitia yang mengurus suatu acara. As for now, gua lagi ikut kepanitiaan FANTASY 2018, rangkaian lomba dan symposium dari departemen gua yang terbuka untuk seluruh Indonesia. Dari kepanitiaan pula, anak PPKU yang istilahnya nggak punya banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan kating jadi bisa kenal sama kating-kating. Tapi, kalau ikut kepanitiaan, harus banget dibawa seneng! Soalnya kalau nggak seneng, yang ada kalian cuma dapet capeknya doang.


Enjoy your "interdept"!


Kalau udah semester dua, ada mata kuliah dari departemen atau biasa kita sebut interdept. Kayak gua nih, dari IKK, dapet Pengantar Ilmu Keluarga dan Pengantar Psikologi. Menurut gua sih ya salah satu faktor anak PPKU banyak yang nggak betah itu gara-gara kita mostly belajar hal-hal yang udah pernah dipelajari. Nah, interdept ini beda! Melalui interdept, kalian jadi punya gambaran tentang departemen kalian. Ikuti matkul-matkulnya dengan pikiran terbuka. Sejujurnya, salah satu faktor yang menyebabkan gua nggak jadi SBMPTN ulang adalah terinspirasi dari interdept ini juga., terutama Pengantar Ilmu Keluarga. Gua jadi tau apa itu baby boom generation, asal usul gerakan feminisme, pokoknya banyak hal menarik deh. Dan yang bilang IKK itu gampang (cough, diri gua sendiri beberapa bulan yang lalu, cough), sana kerjain UTS PIK gua yang isinya 30 soal essay dan jawabannya satu paragraf per soal. We didn't pass that just to be downgraded by close-minded people, thank you.



Dan hal-hal itulah yang menjadi amunisi gua untuk survive di PPKU. Kalau masalah akademik, gua punya sedikit tips. Kalian harus banget punya jadwal belajar. Bukan, bukan untuk sehari-hari. Itu mah gua juga males. Ini tuh jadwal belajar untuk UTS atau UAS. Jadwalin dua minggu sebelum pekan ujian, nah dalam dua minggu itu kalian bikin deh tiap harinya harus belajar apa aja. Kalau gua sih satu matkul satu hari, tapi per matkulnya tuh minimal dua hari belajarnya. Sistem SKS sangat tidak bisa dipakai lagi, teman-teman. SOALNYA MATERINYA AJA SETENGAH DARI UNBK YA GIMANA MAU SKS HAH pingsan pingsan deh lu.
Oke, segitu aja kabar dari gua. Nantikan post-post selanjutnya dan jangan lupa bahagia, ya!



Huggies,
Avia

Comments

Popular Posts