The Highlight(s) of My 3rd Semester: 3x Ganti SC, “Timses”, IKK 54 on Stages, etc.
Hiiiii!
Aduh capek euy nulis pake bahasa Inggris yaudah ganti bahasa ya. Jadi, apakah hal-hal menarik yang terjadi selama gua menjadi mahasiswi semester 3 ini?
Been a long time since I posted something here. Things have
been keeping me busy lately so I don’t really have the time to write post(s).
Anyways, 2018 is coming to an end and it seems like I’ll wrap it up by studying
miserably inside my bedroom since exam week will be on January 3-12 2019. Well,
I’m actually in the middle of studying Pengantar Ekonomi Keluarga right now but I always
have… some ways… to excape studying. For example, during the last exam week, I
randomly opened my Instagram and posted this:
And I got so many replies from my mutuals to the point that
I abandoned my exam preparation to write flashfictions about them (how to get
your priorities straight 101: 1. YOU CAN’T). A few hours ago, I suddenly
remembered the shows IKK 54 had performed and I thought, whoa, I should write a thing or two about that on my blog! Furthermore,
I remembered so many fun things that happened on my 3rd semester and
decided it’ll be good if I also tell my blog readers (do they even exist?)
about all of it… So, here I am. Good bye for now, Pengantar Ekonomi
Keluarga!
Being a student at Institut Pertanian Bogor (IPB) means your
sophomore year will be the start point of your faculty as well as major life. As
you might already know, I’m majoring in Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) or we
often call it Famcos a.k.a Family and Consumer Sciences (the reason is, I
believe, because it sounds cooler than the later) and now I’m on the end of my
3rd semester which means it’s been +/-6 months since I’ve became an
official part of Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) and IKK student. I must say, I
enjoy it a lot! Like, I finally can taste the real university life because freshman
year was basically high school part 2. Plus,
I was being a total ungrateful human throughout my freshman year that it made
me become an anti-social in my class a.k.a S02. I didn’t really make friends back
then so classes got superrrrrr boring. Now, after I let go few things
(including my dream ha-ha) I think I’m back to my old self again and that’s a
relief!
Aduh capek euy nulis pake bahasa Inggris yaudah ganti bahasa ya. Jadi, apakah hal-hal menarik yang terjadi selama gua menjadi mahasiswi semester 3 ini?
3 kali ganti supporting course
Untuk melengkapi SKS, IPB menerapkan sistem minor dan supporting course untuk mahasiswa
tingkat 2 ke atas. Dua-duanya berarti mengambil mata kuliah dari jurusan lain. Bedanya
apa? Kalau minor, udah sepaket gitu, jadi lu ngambil beberapa matkul dari satu
jurusan lain dan kemudian lu bakal dapat gelar tambahan pas lulus. Biasanya minor
ini udah direkomendasikan dari sananya, misalnya gua kan IKK jadi pilihan minor
yang direkomendasikan ada nyambung-nyambungnya sama IKK, yakni Gizi, SKPM
(Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat), atau Manajemen. Sementara itu, supporting course biasanya berlaku kalau
SKS lu tetap gak mencukupi walau ditambah SKS-SKS dari matkul minor. Supporting course ini lebih random, bebas pilih apa pun yang
disukai. Biasanya, mata kuliah yang jadi favorit para pejuang SC adalah
matkul-matkul yang memenuhi satu atau lebih kriteria berikut: gampang dapat A,
gak ada praktikum, gak ada hitung-hitungan, jadwal gak bentrok sama mata kuliah
mayor. Karena itulah, terjadi perang setiap pengisian online KRS A yang
menentukan jadwal kita selama satu semester ke depan.
Nah, di hari pengisian KRS A, kebetulan gua lagi jadi tutor
bahasa Inggris di suatu tempat. Ketika beres nutor, barulah gua panik-panik ajaib karena udah sore dan gua yakin
nggak bakal kebagian supporting course yang
gua incar (antara matkul Ekonomi Sumberdaya atau Ekonomi Lingkungan dari
jurusan Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan). Mana waktu itu susah sinyal hingga gua
harus menelpon teman-teman gua dan meminta mereka mengisikan KRS gua. Akhirnya,
KRS gua diisi oleh Bugi. Jelas, pas itu kuota SC untuk matkul Ekosum dan
Ekoling udah habis karena mereka banyak peminatnya.
Yaudah pilihin gua SC
apa aja deh yang penting gak bentrok sama jadwal kuliah mayoe, tulis gua ke
Bugi waktu itu lewat LINE.
Oh, ini ada Vi,
Valuasi Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan dari ESL, jawab Bugi.
YAUDAH ITU AJA GI
MAKASIH YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, jawab gua. Pake capslock. Gak tau biar apa.
Malamnya, ketika gua cek ulang, ternyata matkul itu aslinya
adalah matkul semester 5 di jurusan ESL. Semakin tua semester, biasanya matkulnya
makin susah kan. Aduh, mati gua,
bisa-bisa malah bikin jelek IP, pikir gua waktu itu. Terus, sewaktu gua
cari-cari nilai ujian orang-orang yang mengambil matkul tersebut, emang bener
nilainya gak begitu bagus. Dengan berat hati, di hari KRS A ditutup, gua hapus
kembali matkul tersebut dari jadwal gua.
Kalau ada huruf A, pasti ada huruf B. Setelah KRS A,
terbitlah KRS B. KRS B ini menjadi kesempatan untuk mahasiswa mengubah jadwal—entah
menghapus atau menambah matkul. Gua ikut ngisi KRS B, berharap ada sisa kuota dari
orang-orang yang melepas SC mereka. Sebenarnya sih mahasiswi semester 3 belum
perlu-perlu amat ngambil SC, tapi selama masih bisa, kenapa nggak? Lalu, gua
pun menemukan SC yang lowong kembali kuotanya: Teori Harga Pertanian. Dari jurusan
ESL juga. Tanpa pikir panjang gua ambil SC itu.
Hari di mana gua perdana masuk kelas mata kuliah Teori Harga
Pertanian adalah hari di mana KRS B ditutup. Nah, karena gua baru ngisi Teori
Harga Pertanian di KRS B yang jaraknya seminggu dari KRS A, hari itu Teori
Harga Pertanian udah memasuki minggu ke-2. Jeng,
jeng, jeng, jeng! Gua langsung disuguhkan berbagai macam rumus dan kurva
harga pertanian. Nyali gua pun ciut. Tepat sebelum absen beredar, gua mengisi kembali KRS B
untuk menghapus Teori Harga Pertanian ini dari jadwal HAHAHAHA. Masih yakin
dengan keberuntungan gua, gua mencoba mengecek kuota SC Ekonomi Sumberdaya DAN
YA AMPUN ADA SATU KUOTA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Padahal beberapa jam
sebelumnya gua nyoba juga dan kuotanya 0. Artinya, ada yang melepas matkul itu
baruuuuuuuuuu banget. Dengan excited gua
langsung memasukkan Ekosum ke jadwal gua. Oke, gua selamat.
… atau nggak juga. Karena ternyata UTS Ekosum SUSAH WOY
HAHAHAHAHAHHAHAHA tapi Alhamdulillah nilainya nggak jelek-jelek amat. Yaudah deh.
Pokoknya, itulah cerita gua dalam dunia per-SC-an ini.
Timses
Selain supporting course,
yang menarik di semester 3 gua adalah keikutsertaan dalam tim sukses. Selama
enam bulan, gua sudah terlibat dalam 3 tim pemenangan ketua dan wakil ketua di
3 pemilihan yang berbeda (ya iya atuh). Tiap diajak jadi timses, hayu. Dasar
gampangan! Alasannya? Di timses yang pertama, karena gua pengen nyoba. Soalnya
gua kan biasanya apatis hehe tapi pernah sih waktu SMA nih kan calon ketua OSIS
(yang akhirnya terpilih) dan calon ketua MPK (eeeee malah Ahmad yang terpilih)
berasal dari kelas gua terus yaudah kelas gua ngedukung kan sampai bikin banner
yang kiyut sekali.
Tapi, kalau pemilihan di perkuliahan tuh beda gitu. Ada tim
khususnya segala dan ada jobdesc buat
masing-masing anggota. Kerjaan utama gua sih nulis notulensi. Selain itu, hadir
simulasi-simulasi, hadir dialog publik, nyiapin kelas buat kampanye, gitu-gitulah
pokoknya. Di timses ini gua bertemu banyak aktivis-aktivis, keren dah pokoknya cara
ngomongnya pada kharismatik dan pada kritis juga, jadi terkesima guanya hehehe.
Terus, ketika gua masih menjadi timses yang pertama ini, gua diajak juga jadi
timses paslon di organisasi lain. Kalau yang ini calon wakilnya adalah kakak
tingkat yang juga sesama tutor (hai Kak Desi!) dan pastinya gua iyain dong
karena gua tau kemampuan dia. Di sini fungsi gua adalah mengumpulkan KTM buat
persyaratan paslon dan juga memberi semangat (kok setelah diketik di sini, gua
jadi terkesan gak berguna gitu ya… ya udahlah…). Gua juga hadir di musyawarah
besarnya walaupun pulang duluan karena kemaleman dan gua harus menempuh
perjalanan pulang ke rumah yang jauh bangetttt dari IPB.
Kalau timses yang ketiga agak jauh jarak waktunya dari yang
dua itu tadi. Kalau yang ini untuk pemilihan ketua dan wakil ketua UKM gua
tercinta (baca di sini ya). Kenapa gua bisa ikut yang ketiga ini? Tidak lain tidak bukan
karena teman gua selama empat tahun yaitu Ahmad mencalonkan diri jadi wakil
ketuanya. Diajaklah gua buat ketemu pasangannya (loh kok jadi ambigu gitu) dan
akhirnya gua setuju untuk jadi timses mereka setelah kami berdiskusi tentang
mau di bawa ke mana UKM ini ke depannya.
Terus, hasil pemilihan-pemilihan itu gimana? Ketiga-tiganya Alhamdulillah
terpilih HAHAHA PASTI KARENA GUA JADI TIMSES MEREKA HAHAHA. Terus
keuntungan buat guanya sendiri apa? Keuntungan buat gua ya itu tadi, bisa
bertemu dan kenal orang-orang hebat (gak tau dah masih pada inget gua apa
nggak), belajar jadi nggak apatis, dan belajar tentang keorganisasian. Selain
itu, setelah belajar dari paslon-paslon ini, gua semakin yakin untuk maju
sebagai calon Presiden Indonesia. Ya nggak lah gila aja lu ahhahahahahahhahahahahhaha-ha-ha…
:(
Fantasy dan Talentique 2018
Semester 3 ini menjadi hari H dua kepanitiaan yang gua ikuti
sejak semester 2 di PPKU, yaitu Talentique dan Fantasy. Talentique itu semacam
malam penghargaan tahunan untuk IKK gitu. Nah, ada lomba teater per angkatan
juga di dalamnya, memperebutkan titel angkatan terkompak. Yang seru dari
Talentique ini adalah angkatan IKK yang masih PPKU juga ikutan yay, tahun lalu
pas gua PPKU juga harusnya ikutan tapi gua lagi sakit dan seperti yang udah gua
bilang, pas PPKU gua ansos jadi males ikutan ngurusin penampilan angkatannya. Hehehehe.
Dan sekarang malah jadi panitianya. Hehehehe part 2. Di sini gua masuk ke
divisi DDD (desain, dekorasi, dan dokumentasi). Gua yang bikin tulisan ‘Talentique’-nya
dan itu bikinnya setengah mati haduuuuuh sampe begadang. Tapi semua itu terbayar begitu
hari H dan orang-orang pada excited gitu
untuk ikutan acaranya.
| aturan tulisannya bisa nyalaaaaa tapi itu udah dimatiin |
Selain itu, ada Fantasy. Fantasy itu apa sih? Jadi, Fantasy
adalah megaproker dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen (Himaiko),
yang berupa acara perlombaan dan simposium nasional beserta field trip untuk para finalis lombanya. Karena
ini acara nasional pertama yang diadakan oleh IKK, kebayang dong hectic-nya kayak apa selama 9 bulan kami
mempersiapkan Fantasy ini, apalagi menjelang rangkaian acaranya yang memakan
waktu 3 hari. Di Fantasy, gua masuk ke divisi perlombaan. Alhamdulillah, meski ada
beberapa kendala, perlombaannya dapat terselesaikan dengan baik. Acara
simposium dan field trip-nya juga
seru banget! (Padahal gua gak ikut field
trip, cuma liat dari Instagram
story doang)
PKM
Jadi sejak PPKU tuh gua penasaran PKM alias Program Kreativitas Mahasiswa itu kayak gimana sih
karena dari dulu orang-orang sering ngomongin itu. Eeeee, di semester 3 ini gua
malah ikut lomba ide kreatif PKM bareng Brianna sama Sindi dan tentu saja kita
kalah ehhehehehehhehe. Tapi, setelah itu gua dapat tawaran untuk gabung PKM-nya
anak Ekonomi Syariah. Nama ketuanya Dian. Awalnya gua gak kenal satu pun sama
anggota maupun ketuanya tapiiii setelah mengenal mereka wow mereka hebat. Kita
bikin PKM-M tentang game untuk mental health awareness gitu, gua bagian
yang desain-desain dan ikut mendiskusikan teknis game juga.
MPH
Nah, kalau di IKK ini nggak ada MPD (Masa Pengenalan
Departemen), adanya MPH (Masa Pengenalan Himpro). Sebenarnya nggak ada bedanya…
ya cuma yang mengadakan himpro, bukan dari jurusannya. Yang seru dari rangkaian
MPH ini adalah puncaknya karena kayak outbound
gitu tapi tetap di lingkungan IPB. Yang terseru dari yang terseru adalah PERANG PLASTIK-BERISI-AIR
HAHAHAHAHA gua lupa nama kerennya apaan, pokoknya itu antara IKK 54 dan IKK 53,
masing-masing ngelindungin ketua angkatan mereka (yang terdiri dari dua orang,
appa alias si cowoknya dan ambu alias si ceweknya) dari plastik-plastik berisi
air yang dilemparin sama anak-anak lainnya. Ya lu tau kan anak IKK tuh
mayoritas cewek dan cewek itu kalau main permainan fisik… udahlah… ancur dunia.
Nerjang iya, teriak iya. Berbekal ember dan air dalam plastik tahu yang gampang
pecah itu, kedua angkatan saling menyerang. Terus yang bikin gua ketawa sampe pusing
itu pas ngeliat si ketua pelaksana MPH (yang adalah cowok) maju sendiri ngebawa
seember penuh air menerjang kumpulan anak-anak cewek angkatan gua HUHUHU TERUS
YANG CEWEK-CEWEKNYA BERINGAS KAN DAN DIA MALAH GAK MAU NGALAH DONG SAMPE TEMEN GUA KEPALANYA DIMASUKIN
KE EMBER KOSONG SEGALA KENAPA SIH :( Gua yakin sih setelah main peperangan itu mereka
semua gak ada yang inget aib-aib mereka :(
IKK 54 on the stages
Kalau kalian mengikuti perjalanan hidup gua sejak dulu
(halah) pasti tau kalau gua ini sangat suka main drama. Kayaknya gara-gara pas
SD gua suka sok-sokan jadi artis di video musiknya Taylor Swift deh ahahhahaha
jijik. Kalau pas PPKU kemarin, kesempatan tampil teater cuma ada pas IPB Art
Contest doang kan, nah kalau di FEMA terkhusus IKK ada dua kali kesempatan:
Talentique dan Famnight. Di kedua acara tersebut gua menjadi scriptwriter IKK angkatan gua yakni
angkatan ke-54 dan nggak ikut jadi pemain karena gua jadi panitia juga. O ya, kalau
Talentique itu kan antar angkatan dari IKK aja, jadi peserta lainnya ya IKK
angkatan 52, 53, dan 55. Temanya kisah-kisah Disney dan kita kebagian kisah
Aladdin. Karena kita kekurangan sumber daya cowok, jadilah yang jadi jinnya
cewek. Si Yuli hahahahahaha semuka-muka dibiruin :( Tapi totalitas itu
(termasuk dekor yang bener-bener cakep parah gua gak ngerti kenapa anak-anak
dekor bisa nyiapin sedetail itu) mengantarkan kami jadi angkatan terkompak. Hore!
Kalau Famnight, lingkupnya sefakultas. Setiap angkatan (kecuali yang masih PPKU) dari ketiga jurusan yang ada di FEMA wajib ikut lomba icon costume, poster, dan performance. Talentique tadi tampilnya tuh di Auditorium GMSK, sementara Famnight ini tampilnya di Graha Widya Wisuda yang gede banget itu. Terus, bedanya lagi, kalau Famnight konsepnya bener-bener musikal, nggak boleh pake dialog sama sekali pas tampil. Ini pertama kalinya gua bikin script tanpa dialog, wow! Kita kebagian untuk menampilkan tema kerajaan Inggris, jadi gua mencari lagu-lagu yang aksennya British gitu. Untungnya, gua punya banyak referensi lagu (thanks to Vida!) dari pagelaran SMA gua yang di-cancel karena terlalu mepet sama UN. Tapi, gua tuh gak bisa ngedit audionya. Untung ada Ninis dan Muti, dubbing musiknya jadi bagus parah, halus gitu transisinya. Terus, untuk koreografi, gua bangga banget sama anak-anak IKK 54 yang bisa koreo karena mereka bikin koreo yang keren-keren banget!!!!!!!!!!!!!!!!! Di situ gua bersyukur gua gak jadi terjun sebagai pemain soalnya gua pasti gak sanggup ngapalin koreonya HAHA. Kami pun melalui latihan-latihan yang melelahkan dan penuh drama beneran (karena pasti ada aja yang berhalangan latihan, atau kesal karena latihannya ngaret, atau pengen cepet pulang, dan lain-lain) walau gua tugasnya cuma ngeliatin mereka latihan aja sih—ngarahin dikit, banyaknya tepung tangan gak jelas doang. Gladly, penampilan kami dinobatkan sebagai penampilan terbaik di Famnight 2018, yuhu!!!!!!!!!!! Kalau mau lihat penggalan-penggalan penampilannya, bisa banget cek highlight Instagram gua..
Kalau Famnight, lingkupnya sefakultas. Setiap angkatan (kecuali yang masih PPKU) dari ketiga jurusan yang ada di FEMA wajib ikut lomba icon costume, poster, dan performance. Talentique tadi tampilnya tuh di Auditorium GMSK, sementara Famnight ini tampilnya di Graha Widya Wisuda yang gede banget itu. Terus, bedanya lagi, kalau Famnight konsepnya bener-bener musikal, nggak boleh pake dialog sama sekali pas tampil. Ini pertama kalinya gua bikin script tanpa dialog, wow! Kita kebagian untuk menampilkan tema kerajaan Inggris, jadi gua mencari lagu-lagu yang aksennya British gitu. Untungnya, gua punya banyak referensi lagu (thanks to Vida!) dari pagelaran SMA gua yang di-cancel karena terlalu mepet sama UN. Tapi, gua tuh gak bisa ngedit audionya. Untung ada Ninis dan Muti, dubbing musiknya jadi bagus parah, halus gitu transisinya. Terus, untuk koreografi, gua bangga banget sama anak-anak IKK 54 yang bisa koreo karena mereka bikin koreo yang keren-keren banget!!!!!!!!!!!!!!!!! Di situ gua bersyukur gua gak jadi terjun sebagai pemain soalnya gua pasti gak sanggup ngapalin koreonya HAHA. Kami pun melalui latihan-latihan yang melelahkan dan penuh drama beneran (karena pasti ada aja yang berhalangan latihan, atau kesal karena latihannya ngaret, atau pengen cepet pulang, dan lain-lain) walau gua tugasnya cuma ngeliatin mereka latihan aja sih—ngarahin dikit, banyaknya tepung tangan gak jelas doang. Gladly, penampilan kami dinobatkan sebagai penampilan terbaik di Famnight 2018, yuhu!!!!!!!!!!! Kalau mau lihat penggalan-penggalan penampilannya, bisa banget cek highlight Instagram gua..
Seleksi mapres
Masuk ke dunia jurusan berarti seleksi mahasiswa berprestasinya juga mapres
jurusan, bukan mapres PPKU lagi. Gua iseng-iseng ikutan hehehe. Ada beberapa
tes, tes wawancara psikologis, tes wawancara bahasa Inggris, sama tes karya
tulis ilmiah. Tentu saja
gua kalah hahahahahhahahahahaha yang jadi mapresnya Teh Hilma dan Kak
Intan, emang mantap jiwa itu orang dua. Tapi gak apa-apa seru kok, gua jadi
punya pengalaman bikin karya tulis ilmiah sendiri dan mempresentasikannya
sendiri walaupun isinya masih asal-asalan.
Berhubung gua udah capek nulisnya dan sudah saatnya gua
belajar Pengantar Ekonomi Keluarga kembali, sekian highlights selama semester 3 ini. Do’ain UAS gua lancar dan
nilainya memuaskan ya! Dadaaaaaaaaaaaaaah.
Lots of love,
Avia.



keren banget kak wkwkwk, btw aku mahasiswa fpik 56 ketemu post ini gara2 nyari2 soal supporting course dan sc. makasi ya kak gambaran mahasiswa semester 3 gimanaa, peace wkwk
ReplyDeletehaloo, maaf baru bales ya! sama-sama, good luck semester 3-nya!
DeleteKeren kak! Aku dari AGB 5 kebetulan lagi nyari nyari info tentang Minor SC. Apa benar kak minor itu udah pasti gk bentrok? kalau semisal bentrok, apakah ada solusinya? secara minor tersebut berantai untuk yg selanjutnya..
ReplyDelete*56
Deletehaiii, maaf baru bales semoga masih kebaca sama kamu ya. di departemenku sih kalau minor bentrok itu biasanya mahasiswa2 yang ambil minor tersebut langsung mengontak staff departemen yang mengurus soal perkuliahan. nantinya, pihak departemen IKK akan bernegosiasi dengan departemen yang minornya kami ambil agar ada kelas khusus untuk anak IKK, jadwalnya pun menyesuaikan dengan jadwal kita. hanya saja, kalau yang mengambil minor tersebut sedikit (di angkatanku tadinya ada 1 orang yang mengambil minor SKPM), nggak bisa nego seperti itu dan terpaksa mengambil matkul minor tsb di semester ganjil/genap selanjutnya. hope this helps!
Delete