Supa Barat: Jamur Endemik Keluarga Cikaret

Sejak kecil, gua sudah akrab dengan jamur liar yang keluarga gua sebut "supa". Dalam bahasa Sunda, supa sendiri artinya jamur. Jadi keluarga gua memanggil jamur dengan sebutan... jamur. Biasanya supa bisa ditemui di 1) sekitaran sekolah tinggi yang ada di depan rumah (syarat: sedang musim hujan), 2) dijual di pinggir jalan kalau lagi mudik ke Sumedang. Oleh karena supa ini pada dasarnya jamur liar, jadi dia nggak pernah berseliweran di supermarket.

Rasanya enak banget. Serius, jamur terenak yang pernah gua makan. Cukup ditumis oleh Ama (sebutan keluarga gua untuk ayah) dan terciptalah makanan paling enak sedunia. Yang membuat gua heran, kayaknya jarang deh ada orang yang menyebut-nyebut supa walau rasanya beneran sesuperior itu. Gua sampai curiga jangan-jangan supa adalah jamur endemik keluarga gua. Dulu, gua pernah setengah mati nyari supa di Google, tapi mentok hanya sampai menemukan bahwa supa adalah jamur tiram.

Nyatanya salah. Bukan, bukan jamur tiram! Oke, gua tau ini random banget bagi gua untuk menulis sebuah blog post yang didedikasikan untuk seonggok jamur, tapi sudah terlalu banyak keanehan dan keminiman informasi tentang supa. Dan lately gua juga merasa ada banyak hal trivial mengenai flora dan fauna yang sangat sayang untuk tidak dibahas lebih lanjut. Contohnya sewaktu gua menemukan bahwa hewan mirip lipan versi kecil yang darahnya glow in the dark itu disebut lenyai (walau ini pun bukan nama baku). Atau ketika gua tahu bahwa kutu kucing bisa menggigit manusia sehingga bisa jadi bekas gigitan super banyak yang mengganggu kaki lu itu bukanlah disebabkan oleh nyamuk. Juga, tidak ada kupu-kupu yang berasal dari ulat bulu. Membedakan apakah ulat bakal jadi kupu-kupu atau ngengat paling mudah dilihat ketika mereka sudah berubah jadi pupa. Kupu-kupu berubahnya menjadi krisalis, yang secara bentuk berbeda dari kepompong milik ngengat.

Oke, kembali ke supa. Setelah gua mengumpulkan informasi lebih banyak, ternyata yang membuat gua salah mengambil kesimpulan bahwa supa = jamur tiram adalah karenaaa supa yang gua maksud = supa barat. Atau su'ung bulan. Jamur bulanSupa bulan. Ketika kita cari "jamur supa" doang di Google, yang muncul adalah informasi tentang jamur tiram. Makanya, carinya harus dengan keyword lain seperti yang tadi gua sebutkan dengan font di-boldPokoknya, gabung-gabungkan aja tuh bulan atau nggak barat dengan supa/jamur/su'ung. 

Berbeda dengan jamur tiram yang termasuk genus Pleurotus, supa masuk ke dalam Gymnopus. Nama latinnya adalah Gymnopus sp. Gua sedikit tidak terima kenapa sp doang belakangnya, jadi kurang spesifik aja gitu seolah tidak penting. Padahal ini jamur terenak sedunia (at least, dunianya gua). But then again, terakhir gua belajar klasifikasi ilmiah juga pas SMA jadi siapakah saya untuk memprotes hal tersebut?

Sejauh yang bisa gua temukan, informasi seputar supa barat masih minim. Salah satu post tentang supa barat yang menurut gua sangat informatif adalah post-nya Indoflashlight. Dalam post tersebut, jamur ini dikatakan termasuk langka. Gua kira semua yang langka itu dilindungi, tapi Indoflashlight juga menginformasikan bahwa supa nggak dilindungi karena bisa ditemukan tiap tahun dan belum ada cara membudidayakannya.

Selain itu, yang gua temukan di internet adalah fakta bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sering fangirling soal supa.



See? Lebih enak daripada daging, katanya. Gua setuju-setuju aja sih, apalagi setelah gua menemukan resep supa yang rasanya menurut gua betul-betul enak! Awalnya gua terinspirasi oleh mukbang jamur enoki pedas yang sering hadir di Youtube. Kelihatan enak banget. Kemudian, gua pun berpikir, kalau jamur enoki aja bisa sampai seenak itu, gimana dengan supa?


Gua nggak tahu resep si enoki pedas ala Korea itu kayak gimana, tapi gua sering masak bulgogi dan sadar untuk meng-Korea-kan makanan apa pun syaratnya adalah dengan menambah saus gochujang. Berbekal coba-coba, akhirnya gua bikin resep sendiri yang sebenarnya terdiri dari campuran standar yang sering digunakan di saus makanan Korea hahaha. Nggak tahu judul makanan yang gua ciptakan ini apa, kalau boleh gua kasih nama sih namanya adalah "Cikorean Spicy Supa". Cikorean = Cikaret + Korean. Gapapalah.

Resep "Cikorean Spicy Supa"

Bahan-bahan

Satu buah jamur supa barat yang sudah di...bentuk jadi gini... HAHAHA ya Allah kosakata masak memasak gua minus banget. Ini pokoknya gua sobek-sobek gitu doang. Halus banget by the way, teksturnya!

Gochujang kurang lebih satu sendok makan, kecap asin setutup botolnya. Post ini tidak disponsori oleh Kikkoman tapi kalau pihak Kikkoman kebetulan melihat dan ingin mensponsori saya, bisa dibicarakan.

Satu siung bawang putih, potong dadu.

Garam secukupnya.

Oh iya, perlu margarin juga. Minyak goreng pun nggak apa-apa.

Cara Membuat
1. Masak dulu bawang yang sudah dipotong dadu dengan minyak atau mentega. Sebentar aja sih.
2. Masukkan saus gochujang, kecap asin, dan supa. Dioseng-oseng deh sampai lembaran supa terlihat layu-layu matang gitu.
3. Selesai. HAHAHAHAHA kok cepat banget ya? Tambahkan nasi. Kadang nasinya gua orak-arik dengan si jamur dan lain-lainnya. Kadang nggak.



Maafin ih nggak ditaro di piring hehe.

And that's it! Kalian harus banget nyoba kalau menemukan supa! Jujur gua berharap semua orang beneran pernah makan supa barat setidaknya sekali seumur hidup karena cita rasa jamur ini perlu direkognisi serta diapresiasi oleh lebih banyak orang. Gua pun berharap, studi tentang jamur supa barat juga bisa lebih berkembang ke depannya. Meski orang-orang nggak pernah makan, setidaknya tahu tentang eksistensi jamur ini deh.

Pokoknya kalau suatu hari nanti kalian buka Youtube dan isinya adalah mukbang jamur supa barat, berarti doa gua telah terkabul.



Sampai jumpa lagi!
Avia.

Comments

Popular Posts