Ketika semua orang pergi ke museum.
Akui saja, akhir-akhir ini kalian pasti semakin sering melihat orang mengunggah foto berlatar museum seni. Mungkin kalian juga salah satunya.
Dan, nggak. Aku bukannya mau memperkarakan kunjungan ke museum yang dilakukan orang banyak. Sekali dua kali, ada saja yang memprotes, soal manusia pergi ke museum meskipun mengerti seni saja tidak. Paham arti lukisannya saja tidak. "Masa karya seni cuma jadi pemeran tambahan untuk mempercantik foto," protes pihak tersebut.
Tapi, kan, kita nggak pernah tahu.
Kita tidak tahu bakal paham sesuatu atau tidak kalau bahkan tidak pernah melihatnya langsung. Dan, siapa juga yang bisa menentukan kita paham atau tidak arti dari sebuah karya seni? Bisa saja seseorang dengan mudah berkata, "Ah, gue nggak ngerti," padahal sebetulnya, tanpa disadari, dia mengerti. Cuma setitik perasaan memahami yang kemudian dienyahkannya karena merasa pasti bukan seperti itu. Pun ketika merasa paham, siapa juga yang bisa memverifikasi betul tidaknya pemahaman tersebut? Ketika suatu karya seni dipamerkan ke ranah publik, persepsi orang-orang mustahil seragam semua. Bahkan sang pembuat tidak mutlak bisa membenar-salahkan persepsi tersebut.
Lagipula, bukannya di situ letak menyenangkannya, bagaimana sesuatu bisa diartikan sebagai sejuta hal yang berlainan?

Comments
Post a Comment