Sedikit tentang "fake smile [or laugh]"
Ah, menurutku, tak usahlah kita mengumbar soal bagaimana kita memalsukan senyum,
atau berpura-pura tertawa.
Apa istimewanya? Semua orang juga pernah melakukannya! Setiap orang di muka bumi, kan, punya masalahnya sendiri! (Tanda seru ini bukan berarti membentak atau marah. Hanya menekankan makna. Kalian pasti mengerti.)
Menurutku,
kalau kau sedang sedih tapi harus tersenyum, ya tersenyum saja. Kalau kau sedang sedih tapi harus tertawa, ya tertawa saja. Tak usah merasa senyummu atau tawamu itu pura-pura belaka. Mungkin kau tidak sadar, tapi kadang tidak ada yang namanya "pura-pura". Bibirmu tertarik pada kedua ujungnya dan membentuk sebuah lengkungan yang dinamai senyum, dan itu saja. Mulutmu terbuka lalu ada suara aneh muncul dari sana dan asalnya dari perutmu yang tergelitik yang dinamai tertawa, dan itu saja. Buang embel-embel palsunya!
Dari orang yang lebih berisik di dalam
dari pada di luar
(padahal di luar aja udah berisik, biasanya),
(padahal di luar aja udah berisik, biasanya),
Avia.

Comments
Post a Comment