Hampir Tengah Malam
I.
Tak ada yang terdapat dalam diriku selain keragu-raguan besar.Ketidakyakinan atas kemampuanku sendiri;
yang meruntuhkanku tulang demi tulang.
II.
Aku takut pada diriku
Akan hatiku, dengan kemampuannya untuk membenci
jutaan manusia, sekaligus.
III.
Kau mengingatkanku pada lagu kesukaanku dahulu.
Lagu yang tidak lagi kuputar,
tapi lirik dan melodinya sudah kuhafal di luar kepala.
Dan, lagu itu, mungkin saja tentangmu.
IV.
Yang menorehkan prosaku bukan luka cinta; biasanya.
Tapi ketidakpuasan.
Jeritan.
Hal-hal yang tidak dapat diungkap oleh lidahku yang membatu.
V.
Mereka pikir aku dangkal
Nyatanya tidak.
Aku hanya pandai menyembunyikan
Kalau mereka tahu apa saja yang kutahu,
aku takut mereka takut.
note:
Pukul sebelas kemarin malam, rangkaian kata menjajah otakku. Katanya, pemikiran-pemikiran di malam hari memang yang paling dalam. Tanggal enam belas, bulan kedua dari tahun 2016. Kutulis di secarik kertas yang kutandatangani, kunamai dengan namaku. Entah puisi atau hanya corat-coret tak penting.
Avia Maulidina

Comments
Post a Comment